Category: Random

Programmer Juga Happy Kok :)

Programmer Career Meme
(inet)

Oke, jadi udah jelas sekali dari judulnya kalau tulisan ini ingin menegaskan kalau profesi programmer itu juga menyenangkan. Di meme, programmer itu dibilang have no life, di forum-forum jadi prgrammer itu dibilang pulang kerjanya malem, sering lembur, dan jarang tidur, sedih banget yak kayaknya..

Tapi itu semua emang bener *lahh* terus maksud ni tulisan apa? Oke, sebenernya saya bermaksud berbagi saran sih buat para programmer atau yang bercita-cita jadi programmer cara-cara yang kali aja kalau dilakukan akan membuat pikiran, jiwa, serta fisik tetap happy *gaya beut ya*

1. Cintai Profesi Kamu

Pertama, saya mengajak teman-teman pembaca dan khususnya diri saya sendiri untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT karena kita diberi kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga bisa memebuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Mungkin masih banyak teman-teman diluar sana yang masih harap-harap cemas proses rekruitasi karyawan, atau masih belum juga mendapat pekerjaan bagi yang masih mencari.

Maka, sebagai bentuk rasa syukur dengan menjadikan pekerjaan sebagai ibadah. Banyak kebaikan yang Allah SWT janjikan dari niat ibadah kita setiap sebelum berangkat atau doa yang kita panjatkan sebelum memulai pekerjaan. Dengan sabar dan tawakal atas yang Allah SWT berikan, kita akan berbaik sangka kepadanya, dan merasakan ketentraman didalam hati.

2. Jagalah Kebugaran Fisik Kamu

Kamu gak akan bisa happy kalau fisikmu tidak mendukung! Kuncinya ada 3, menjaga pola makan, pola istirahat, dan olah raga yang rutin. Hindari telat makan, minumlah air putih sebanyak yang kamu bisa!, hindari begadang (ini sering dilakuin), dan hindari malas olah raga. Kamu akan merasakan betapa happy nya menjalankan aktivitasmu kalau kamu punya fisik yang bugar, kita akan lebih bergairah menjalani rutinitas, kamu jadi pribadi produktif dan itu akan membuatmu amat bahagia karena bisa mengoptimalkan waktu yang kamu punya.

Pilihan olah raga ada banyak seperti senam, lari-lari, berenang, futsal, gak perlu yang susah-susah kalau belum bisa, gak perlu nunggu waktu senggang untuk bisa ke gim buat olah raga, senam 10 menit di pagi hari kalau rutin itu kesempatanmu!

Dan jangan lupakan untuk menjaga keseimbangan sosial kita, tetaplah ikut jalan kalau ada teman yang ngajak main, reunian, atau waktu bersama keluarga, berjalan-jalan, makan bareng.

Hobi lain yang kita sukai, seperti seni (les musik, les vokal, les tari) itu juga perlu loh bukan untuk menjadi penyanyi beneran, tapi itu akan menjaga variasi mood dan menjaga tingkat happynes kita! *btw saya belum jadi-jadi ngambil kursus gitar (omdo) haha

Saat kamu lagi ngoding dan menemukan rasa jenuh atau pusing atau hampir-hampir menyerah, cobalah untuk rehat sejenak dan jangan lupa menjaga asupan air putih, cobalah untuk menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara sangat perlahan agar pikiranmu menjadi relax, atau jangan biarkan kepalamu tertunduk, dan dangakan (lawan dari menunduk) tinggi-tinggi kepalamu karena saat kepalamu mendangak, kamu tidak akan bisa merasa sedih atau pesimis, jadilah pribadi optimis, dan terus mensugesti diri bahwa kita mampu menyelesaikannya!

3. Teruslah Menggali Ilmu

Kita pakai suatu permisalan ya, oke pasti kenal semua kan sama pembalap Valentino Rossi? Coba kamu bayangkan kalau Rossi gak tau pengetahuan tentang mesin motor, jadi dia cuma tau cara ngegas dan ngerem doang, mungkin gak dia jadi sejago itu? Sama seperti programmer, kita dituntut tidak hanya tau sintaks-sintaks nya aja, tapi juga “mesin” nya juga, dalam hal ini sebagai contoh java, kita harus tau proses apa yang terjadi saat compile, disimpan di memory sebelah mana variable yang baru kita deklarasikan, kapan kita gunakan variable primitive atau reference, apakah kode yang kita tuliskan menjamin konsistennya database?dll.

But, gak sebatas itu aja, Rossi juga kemungkinan besar punya pengetahuan tentang kondisi suhu aspal, di tikungan sebelah mana aspalnya panas/lebih dingin, aspalnya lebih halus/lebih kasar sehingga akan menyalip di tikungan yang dia inginkan, atau pengetahuan tentang cuaca saat pertandingan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan balapan, gak cuma tentang motor aja. Oke, mungkin itu yang membedakan profesional dan belum, mereka lebih mempunyai sens ketika action, itu karena mereka melakukannya berulang-ulang dalam waktu yang tidak sebentar hingga mendapatkan pengalaman yang belum didapat oleh pemula dan mempunyai pengetahuan yang banyak untuk semakin menunjangnya.

Dan pasti, programmer juga harus mengetahui tentang tipe lalu lintas datanya, arsitektur komputer, web servernya, ia harus mengetahui seluruh bagian sistem yang terlibat, jadi gak heran kalau progrmmer pemula baru bisa menyelesaikan task dalam beberapa hari, namun oleh programmer senior mampu diselesaikan hanya dalam beberapa menit saja! Itu saking lamanya dan berulang-ulang dia baca kodingannya atau source code yang sangat besar. Waw, perbandingannya jauh banget ya? Itu fakta, dan para senior awalnya juga sempat mengalami itu. Bagaimana dengan perusahaan yang merekrut kamu? Mereka juga memahami ini kok, jadi jangan takut salah, jangan men judge diri kita terlalu gak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan, bertanyalah pada senior jika kamu mengalami kesulitan.

Mungkin dulu saat kelas pemrograman, yang ada dibenak kita adalah ingin segera buru-buru bisa membuat sebuah form, ada tombolnya, terus kalau di klik submit akan ada data yang terkirim ke database. Percayalah, gak sekedar itu, itu hanya di tataran teknis, waktu yang dibutuhkan tidaklah singkat, setelah menjalaninya kita akan tahu keunggulan, perbedaan, penggunaan yang tepat untuk masing-masing teknologi yang ada!

Sekian, semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Jadi Programmer

Udah lama sih saya gak ngeblog, udah berbulan bulan kali ya. Btw, jadi pengen ngeblog lagi karena pengen segera mengeluarkan/membuang isi yang ada di kepala saya, karena habis nulisin apa yang terlintas rasanya beban ada yang hilang *alahhhh*

Oke, jadi gini sekrang ni saya udah bukan mahasiswa lagi. Kerjaannya tiap hari jadi tukang ketik a.k.a programmer. Waw, buat kalian yang penasaran profesi programmer itu apa dan mungkin kalian kelak bercita-cita jadi programmer, wah tepat sekali kamu sedang membaca tulisan yang kali aja bisa dapetin inspirasi.. hehe

Awalnya saat masih mahasiswa saya gak kebayang tuh kalau di dunia it (konsultan it) pekerjaan digolongkon ke dalam dua hal mendasar: 1. teknik 2. managemen. Jadi gini, golongan 1 itu adalah mereka yang berprofesi sebagai eksekutor, dan golongan dua lebih kepada perencana atau pendesain. Sebenernya di mata kuliah management project udah di ajarin kali ya, cuma kayaknya waktu itu belum sadar betul, dan sekrang baru menyadarinya, hehe..

Tau gak sih kalau programmer itu kerjaanya di kejar-kejar? haha ya bahasa sih begitu, tapi enggak sebenarnya kita itu implementator dari desain yang udah ada, desain itu bisa berupa dokumen yang berisi rencana sistem yang akan di buat. Di dalam tim project, tentu ada bagian-bagian yang punya fungsinya masing-masing. Pasti suatu tim project ada yang namanya bagian penguji/tester biasanya sih sebutannya Quality Assurance/qa, nah mereka inilah pada pelaksanaanya, kita dikejar-kejar sama mereka eh di kasih tau implementasinya belum sesuai desain.. haha.. Tentunya juga ada bagian yang lain ada bagian yang membuat desain bisnis prosesnya atau biasa disebut Business Analys/ba, bagian support, bagian integrator, tentunya pm/project manager, dll lah ya sesuai kebutuhan dan setiap perusahaan biasanya tidak baku melulu terdiri dari bagian yang seperti itu.

Tapi tau gak sih, ternyata dunia programmer tidak hanya tentang menuliskan kode kemudia execute dan bisa jalan tuh aplikasinya. Oke, dari luar memang bisa berjalan dan fungsinya berjalan sesuai kebutuhan user, tapi dari sisi penulisan kode? Hehe bagian ini, kamu akan menemukan sesuatu yang menarik, dimana ternyata dalam menulis kode itu tidak boleh asal-asalan, gak boleh asjal alias asal ajal. Karena apa? Karena agar bisa digunakan kembali a.k.a reusable dan so pasti gak bikin programer lain/baru pusing saat mencoba memahami kode yang kita tulis.

Tentu saja, programmer profesional dituntut untuk menulis kode sesuai etika pemrograman a.k.a konvensi dan bagian yang menarik adalah tentang design pattern, ini adalah bagian fundamental, if you grab it, you will be smile 🙂 Begini, mungkin ada sebuah pernyataan, dunia it terus berkembang dengan cepat, java saat ini berbeda dengan java 5 tahun kedepan, lantas kita akan terus disibukan dengan mempelajari teknologi baru yang dibuat oleh orang luar negeri, dan kita hanya bisa sebagai pemakai yang terus-terusan dibuat belajar tentang hasil teknologi yang terus berkembang. Ok, in my view, pertama kita akui saja ya, kalau kita bukanlah inventor, so? Kita pakai produk mereka, ya programmer juga disebut pengguna, mungkin orang umum melihat programmer sebagai pembuat, tapi sebenarnya kita programmer juga pemakai karena bahasa pemorgraman itu sendiri juga diciptakan, hehe.. Bukan pesimis ya, tapi saya gak tau mungkin puluhan atau ratusan tahun mendatang Indonesia akan mengahasilkan teknologi yang bisa menggeser php, java, .net, sap, owh its a very big dream!

Oke, pelajaran pertama yang didapat adalah jangan fokus pada “saya harus menguasai bahasa java” no, but say “jika saya kuasai paradigma oop, design pattern saya akan mudah untuk menguasai bahasa oop apapun” yes, kuasailah hal yang menjadi fundamental! Bukan sintaks java nya tetapi paradigma oop nya, paradigma oop bukan hanya tentang objek, objek itu adalah penciptaan dari kelas, dan kelas adalah cetakan untuk membuat objek, ya itu adalah dasar dan sangat dasar, kamu akan semakin menemukan “misteri” *alahhh* pemrograman oop jika kamu semakin lama berinteraksi dengannya, tentu berbeda pengalaman programmer 10 tahun dengan 6 bulan kan??

Experience cant be produce! Pengalaman tidak bisa diciptakan, kita harus berkecimpung didalamnya dalam waktu yang tidak sebentar dan dengan sungguh-sungguh dan mencintai profesi tersebut. Ini adalah pelajaran kedua, bersyukurlah dengan tidak menyia-nyiakan waktu belajar di kampus, kita belajar banyak hal dasar disana.

Ok, balik lagi apa itu desing pattern? Maap ni ye, tulisannya loncat-loncat namanya juga random thougt, hehe jadi pengertiannya adalah pola penyelesaian untuk masalah yang sepesifik yang sudah digunakan berulang-ulang dan dalam waktu yang lama. Ok, mungkin nanti ada kesempatan kita tulis tentang desing pattern.

Oiya, ini baru bahas tentang golongan pertama teknik ya, belum golongan kedua : managemen. Oke, mungkin sedikit aja pembahasannya, karena sekrang ni saya juga lagi ngerjain project, jadi selingan gitu ngeblog buat mengalihkan pikiran yang dari tadi ngoding supaya tetap rileks, hehe..

Jadi gini singkat aja, pernah denger istilah ini pasti, kecerdasan iq mah tidak terlalu berpengaruh pada kesuksesan seseorang, tetapi kecerdasan emosional lah yang sangat mendominasinya. Oke, kenyataanya para bos-bos dan eksekutif mayoritas mereka bukan berlatar orang yang emotional quetiont nya rendah, tau gak sih mereka itu pedagang haha, percuma bro kata temen saya “lu punya produk/aplikasi bagus (pake teknologi terbaru dll) tapi lu gak bisa menjualnya” kena loh, saya jadi inget lagi perkataan om saya, “kalau top level nya berbasis management pasti gajinya kecil, tapi kalau top levelnya programmer beda lagi (mungkin karena mereka tau rasanya jadi programmer)”

Di jakarta ini, sangat banyak bertebaran perusahaan dari mulai yang lokal sampai yang top class macam BCG, MC Kinsey, accenture, AT Kerney dkk nya. Buat masuk ke perusahaan mereka gak main-main broh, BCG cuma nerima anak magang dari 2 PTN ternama, mereka yang kerja disana lulusan top univ like harvard, atau colombia,  in there you like a people with very high mobile, but tentunya ilmu, pengalaman, dan gaji benar-benar diluar dugaan. Kebanyakan pegawai mereka kemudian mendirikan perusahaan sendiri, dan hasilnya tentu bisa di tebak kan?

Yah, tapi kita harus selalu bersyukur teman, mungkin dulu kita kurang bersungguh-sungguh saat persiapan masuk ptn, tapi kita tidak boleh larut dalam penyesalan, dan harus selalu bersyukur dengan keadaan kita dan memberikan yang terbaik sebagai bentuk rasa syukur, kata temen saya “pokoknya ditekuni saja”, kata bapak saya “nanti juga akan menemukan jalannya (passion kita)

Jadi apakah kita harus langsung banting steer dan memilih jadi business analyst atau jadi sales, no! kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita jalani sekarang ini, terus tekuni dan nanti akan temukan jalannya!

next, lanjut ngoding dulu hehe

Para Pemburu Takjil

Di bulan Ramadhan, salah satu momen yang membekas adalah saat-saat berbuka puasa. Waktu seharian bekerja tidak begitu terasa sampai waktu menunjukan setengah enam [saatnya pulang]. Dan disaat-saat sore menjelang buka ini kami semua membayangkan hal yang sama di benak kepala masing-masing, yaitu : lantai 6!

(inet)
(inet)

Ada apa dengan lantai 6? Karena disana ada sebuah masjid, yang setiap sore membagikan takjil. hehe.. Selalu ada kolak pisang, lontong, dan gorengan yang selalu meunggu kita-kita 😀

Menikmati takjil adalah momen yang sangat mengesankan, menyenangkan bercengkrama bersama teman-teman setelah berpuasa dan seharian bekerja.. Semoga ini adalah salah satu keberkahan dari Allah swt.. sesuatu sekali 😀