Category: Sejarah

Kapan kepemimpinan Politik itu ditunggu, diupayakan, atau ditolak?

Dalam sebuah hadits,
“Kalau kalian sudah bepergian bertiga maka pilihlah seorang pemimpin.” (HR Ahmad dan Abu Daud).

Dalam sebuah perjalanan saja dibutuhkan seorang pemimpin, lantas bagaimana mungkin tujuan yang amat mulia itu dapat diwujudkan tanpa adanya seorang pemimpin? Bagaimana akan mencapai keadilan dan kesejahteraan rakyat tanpa seorang pemimpin yang menganggap kepemimpinannya adalah kepedulian, amanah, tanggung jawab, pengorbanan, kerja keras, pelayanan, keteladanan, dan kepeloporan?

Dapat kita sangksikan bahwa kepemimpinan ialah merupakan kekhasan manusia. Bahkan semut saja mempunyai pemimpin,
“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” QS An-Naml 17.

Disamping itu kepemimpinan seseorang menunjukan kapasitasnya. Seberapa kuat kepemimpinannya berbanding lurus dengan seberapa besar kapasitasnya. Semakin besar kapasitasnya, semakin besar mas’uliyah (tanggung jawab) nya, semakin besar mas’uliyah semakin besar pula pahalanya. Continue reading “Kapan kepemimpinan Politik itu ditunggu, diupayakan, atau ditolak?”

Advertisements